JASA PEMASANGAN SMOKE DETEKTOR

Smoke Detector adalah sebuah alat yang berfungsi untuk pengindera adanya produk hasil pembakaran yang berupa asap sebagai akibat terjadinya kebakaran. Asap adalah keseluruhan partikel yang melayang-layang baik kelihatan maupun tidak kelihatan, hasil dari suatu pembakaran. Dikarenakan asap bersifat naik keatas, umumnya pendeteksi asap dipasang pada langit-langit, atau di dinding dekat langit-langit.

Alat Smoke detector mendeteksi asap yang masuk ke dalamnya. Asap memiliki partikel-partikel yang semakin lama semakin memenuhi ruangan smoke (smoke chamber) seiring dengan meningkatnya intensitas kebakaran. Jika kepadatan asap 16 ini (smoke density) telah melewati ambang batas (threshold), maka rangkaian elektronik di dalamnya akan aktif. Area proteksinya mencapai 150 m2 untuk ketinggian plafon 4 m.

DIAREA MANA KITA MENEMPATKAN SMOKE DETECTOR & DIMANA MENEMPATKAN HEAT DETECTOR?

Jika diperkirakan di area tersebut saat awal terjadi kebakaran lebih didominasi hembusan panas ketimbang kepulan asap, maka tempatkanlah Heat Detector. Seperti gudang spare parts dari logam (tanpa kardus), bengkel kerja mekanik dan sejenisnya. Sebaliknya jika didominasi asap, sebaiknya memasang Smoke. Contoh: no smoking area yang beralas karpet (kecuali kamar hotel), gudang kertas, gudang kapas, gudang ban, gudang makanan-minuman dan sejenisnya. Ada 2 jenis smoke detector, yaitu :

Ionisation Smoke detector

Detektor Asap Ionisasi (Ionization Smoke detector) adalah alat yang berkerja dengan prinsip berkurangnya arus ionisasi oleh asap pada kosentrasi tertentu. Pendeteksi jenis ini lebih murah dibandingkan dengan pendeteksi jenis optik, tetapi terkadang pendeteksi ini ditolak karena alasan lingkungan. Pendeteksi ini menggunakan ruang ionisasi dan sumber radiasi ionisasi untuk mendeteksi asap. Di dalam pendeteksi ionisasi ini terdapat sejumlah kecil (sekitar 1/5000 gram) zat radioaktif americium-241. Unsur dari radioaktif ini merupakan sumber partikel alpha yang baik. Ruang ionisasi terdiri dari dua lempengan logam yang terpisah sekitar satu sentimeter. Sumber tegangan arus searah diberikan ke lempengan yang membuat lempengan bermuatan.

Prinsip keja dari detektor asap ionisasi adalah partikel alpha yang dihasilkan oleh americium mengionisasi atom oksigen dan nitrogen dari udara yang terdapat di dalam ruang ionisasi. Ketika elektron terlepas dari sebuah atom, maka akan menghasilkan sebuah elektron bebas (bermuatan negatif) dan sebuah atom yang kehilangan satu elektron (bermuatan positif). Elektron negatif ditarik oleh lempengan yang bertegangan positif dan atom positif ditarik oleh lempengan yang bertegangan negatif (persis seperti magnet) dan menghasilkan sejumlah kecil arus listrik akibat pergerakan elektron dari atom ini melalui lempenganlempengan bertegangan tadi.

Ketika asap memasuki ruangan ionisasi, asap mengganggu aliran arus dimana partikel asap menyatu terhadap ion dan menetralkannya, sehingga terjadi penurunan jumlah arus yang mengalir di antara lempengan dan mengaktifkan alarm. Pendeteksi jenis ini sangat sensitif terhadap asap dengan partikel kecil yang diproduksi oleh kebanyakan nyala api. Tetapi menjadi tidak sensitif terhadap asap dengan partikel besar, seperti asap yang dihasilkan dari pembakaran plastik. Ionisation Smoke detector yang bekerjanya berdasarkan tumbukan partikel asap dengan unsur radioaktif di dalam ruang detector (smoke chamber).

Detektor asap inoisasi ini harus mempunyai legalitas dari Dinas Pemadam Kebakaran Indonesia dan harus mengikuti standard BS 5445, UL 268. Detektor asap ionisasi ini terdiri dari sebuah ionization smoke head lengkap dengan sensor asapnya dan sebuah base frame.

Selama masa konstruksi kontraktor harus melindungi dari kontaminasi debu. Detektor asap ini harus dilengkapi dengan lampu indikator LED (berwarna merah) untuk mengindikasikan status dari detektor tersebut aktif atau non aktif.

(021) 8945 5901